Peran Media dalam Advokasi Aborsi Aman

Media menjadi salah satu aktor penting dalam penyebaran informasi akurat terkait aborsi aman. Media bisa menjadi panduan dalam derasnya arus informasi elektronik karena jurnalis berperan dalam memverifikasi data. Jurnalis mampu memberitakan aborsi dari perspektif kemanusiaan yang tidak melulu menyudutkan perempuan dan menggolongkannya dalam tindak kriminal.

Menanggapi pentingnya peran media, Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) mengadakan pelatihan bagi jurnalis dalam pemberitaan aborsi. Setelah pelatihan tersebut, artikel yang tentang aborsi yang ditulis peserta pelatihan dikumpulkan. Terpilihlah tiga tulisan yang dianggap terbaik dalam mewakili perspektif kemanusiaan.

Kisah perkosaan dan aborsi bisa masuk dalam dua rubrik yang berbeda, pun sebenarnya saling berkelindan. Sonya mengatakan perkosaan bisa masuk kriminal, sedangkan aborsi bisa masuk kesehatan. “Ada berapa banyak wartawan tertarik dengan isu kesehatan?” Sonya bertanya seakan itu retoris, padahal hadirin ingin tahu betul jawabannya. Artinya, itu banyak atau tidak banyak? Apa alasannya?

Pun wartawan sudah punya kapasitas yang baik, mereka tetap harus berhadapan dengan editor sebagai pengambil keputusan. Tambahnya, pelatihan seharusnya bukan hanya untuk wartawan, juga perlu sering-sering “ngobrol” dengan pengambil keputusan di media.

Women on Web turut hadir dalam obrolan soal peran media dalam advokasi aborsi aman yang diinisiasi oleh Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) pada Selasa, 16 April 2019, tepat sehari sebelum Pemilihan Umum. Ketiga orang yang duduk di depan adalah Sonya Helen dari harian Kompas dan dr. Sarsanto Sarwono yang mewakili POGI, dimoderatori oleh Zumrotin dari YKP. Pada penjelasan awalnya, dr. Sarsanto menegaskan bahwa penyintas perkosaan seharusnya memang dilindungi hukum dalam mengakses layanan aborsi aman, tetapi sistemnya belum ada sehingga belum bisa terimplementasikan dengan baik.

 

 

Klinik aborsi

Klinik aborsi biasanya menawarkan tindakan bedah untuk menggugurkan kandungan. Belum banyak dokter yang berani mencantumkan namanya secara publik untuk kepentingan keamanan dan keselamatan. Hal ini menimbulkan munculnya tempat aborsi “gelap”. Perempuan juga bisa menemukan orang atau laman yang menawarkan tempat aborsi di Jakarta, tetapi sebaiknya gali dulu informasi lebih lanjut.

Tidak semua klinik aborsi membahayakan; masih ada klinik yang bisa memberikan layanan dengan baik. Perempuan memilih untuk ke klinik agar proses aborsinya berlangsung dengan lebih cepat dan memastikan langsung selesai. Biasanya, perempuan yang melakukan aborsi dengan aspirasi vakum tidak perlu menginap di klinik; prosesnya sangat cepat. Perempuan juga akan dibius lokal untuk proses aspirasi vakum.

Jika perempuan ingin mencari klinik aborsi, perempuan tetap perlu waspada. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menghubungi klinik aborsi.

  1. Apakah perempuan akan ditangani oleh dokter atau orang yang berpengalaman? Berhubung tindakan bedah ini memerlukan keterampilan khusus, perempuan perlu memastikan bahwa bukan sembarang orang melakukan tindakan bedah terhadap tubuhnya. Bagaimana reputasinya? Apakah perempuan boleh didampingi ketika ada tindakan?
  2. Apakah dokter dan perawat yang menangani perempuan mendukung keputusan perempuan atau berperspektif keadilan sosial? Beberapa dokter yang memberikan layanan aborsi secara sembunyi-sembunyi tidak memperhatikan situasi perempuan. Mereka bertanya-tanya apa yang terjadi hingga terasa memojokkan, melayani dengan penuh penghakiman, menasihati secara religius, memarahi dan memaksa perempuan untuk melihat hasil konsepsinya untuk efek jera. Bahkan, ada pengaduan tentang pelecehan seksualitas yang terjadi pada proses aborsi secara pembedahan. Pastikan reputasi dokter dan perawat.
  3. Apakah peralatan yang digunakan steril? Pastikan peralatan yang digunakan tidak karatan dan memang steril.
  4. Apakah tindakannya berupa kuret tajam? Ada tindakan bedah yang menggunakan alat kuret dengan ujung tajam. Ujung tajam itu merisikokan perempuan karena berpotensi melukai rahim perempuan. Perempuan bisa meminta informasi lebih lanjut kepada dokter tentang tindakan yang akan dilakukan. Pastikan dokter tidak menggunakan kuret tajam karena sudah dilarang oleh WHO. Aspirasi vakum (manual atau elektronik) merupakan tindakan bedah yang dianjurkan oleh WHO karena lebih aman.
  5. Apakah harganya masuk akal? Akibat akses yang tidak terbuka dan tetap dibutuhkan, ada pengaduan yang menyatakan bahwa perempuan diminta untuk membayar dalam jumlah uang yang besar.
  6. Apakah ruangannya nyaman? Situasi yang perempuan alami untuk proses pembedahan tetap memerlukan tempat yang nyaman.

Jika perempuan di Indonesia punya kesempatan untuk pergi ke luar negeri—khususnya Malaysia, ia bisa berkonsultasi dengan RRAAM. Silakan hubungi hotline mereka melalui SMS atau Whatsapp: +6012-4772551. Mereka punya beberapa klinik kesehatan reproduksi yang dikelola oleh dokter yang peduli dengan isu perempuan. Pelayanan mereka sangat hangat dan tanpa menghakimi. Suasana klinik juga membuat perempuan nyaman.

Jika menemukan klinik aborsi terasa menyulitkan dan perempuan dengan usia kehamilan di bawah 10 minggu membutuhkan aborsi aman, perempuan bisa menggugurkan kandungan dengan menggunakan obat-obatan dengan aman. Ini pun perlu memperhatikan keaslian obat dan petunjuk penggunaannya. Jika perempuan ingin melakukan aborsi medis dengan aman di tempatnya sendiri, silakan hubungi Women on Web melalui email yang ditujukan ke info@womenonweb.org.

Layanan Aborsi Aman dan Legal untuk Korban Perkosaan Mengapa Sulit Diakses?

Suara.com menuliskan artikel tentang tantangan pemberian layanan aborsi aman. Pemerintah sudah menyediakan payung hukumnya melalui PP Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi yang disahkan oleh Presiden SBY, merupakan pelaksanaan amanah Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Untuk melihat implementasinya, Suara.com mewawancarai Zumrotin K Soesilo dan Herna Lestari dari Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP).

Penyintas perkosaan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan (KTD) belum bisa mendapatkan pelayanan aborsi aman. Menurut Herna, itu disebabkan oleh belum adanya tenaga medis dan tempat yang dirujuk oleh Kemenkes. Keterbatasan itu tidak menghentikan kebutuhan perempuan terhadap layanan aborsi. Maka itu, aborsi tidak aman menjadi pilihannya, bahkan berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia.

“Belum lagi, banyaknya kriminalisasi terhadap pelaku aborsi dan pemberi layanan tanpa melihat alasannya. Itu kan seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah diperkosa, hamil, harus menanggung bayi yang tidak diinginkan, aborsi, dikriminalisasi pula karena tindakannya,” ungkap dia merinci.

Sebagian petugas medis dan kesehatan punya alasan kenapa mereka segan memberikan layanan tersebut. Selain nilai personal yang dianut, ada pula interpretasi sepihak dari Sumpah Hipokrates (sumpah Dokter).

Baca berita lengkapnya di sini: https://www.suara.com/health/2019/02/21/070000/layanan-aborsi-aman-dan-legal-untuk-korban-perkosaan-mengapa-sulit-diakses?page=1

YouTube Menyembunyikan Informasi Aborsi Aman

YouTube 3 kali menghapus kanal video Women on Web dan Women on Waves sepanjang 2018. Artinya, mereka menghilangkan informasi yang benar terkait aborsi aman. Ketiadaan informasi itu bisa membuat banyak perempuan beralih pada aborsi tidak aman yang malah membahayakan dirinya. Jadi, apa yang perempuan temukan ketika mencari tahu soal aborsi melalui YouTube?

April Glaser tidak banyak menemukan video aborsi aman melalui YouTube yang bisa dibaca lengkap di slate.com. Menetap di Amerika Serikat, ia menggunakan kata kunci “aborsi”. Ia malah menemukan banyak video yang menunjukkan aborsi yang terkesan berbahaya dan stigma yang melekat di dalamnya, seperti dosa dan kesalahan. Tidak terlihat video yang menampilkan informasi kemutakhiran medis terkait aborsi aman. Ia mengirimkan email kepada YouTube untuk menanyakan hal tersebut.

Sejumlah 1,8 juta orang menggunakan YouTube untuk mencari informasi setiap bulannya, April menuliskan, termasuk orang-orang yang mencari informasi tentang aborsi aman. Hasil pencarian demikian memberikan gambaran yang salah terkait aborsi. Banyak video memunculkan imaji tangan, kaki, dan bentuk wajah lengkap untuk kehamilan trimester awal. Padahal, bentuknya hanya berupa fetus. Itu seakan-akan membuat prosedur menjadi riskan komplikasi, padahal aborsi untuk kehamilan trimester pertama sangat aman. Sudah dibuktikan dalam banyak penelitian.

Kami mencoba menuliskan “aborsi” dalam YouTube di Indonesia. Hasilnya tidak jauh berbeda. Informasinya seputar stigma tanpa dilengkapi informasi medis yang valid: hanya seputar penangkapan, ceramah, dan opini yang tidak berargumentasi—bahkan dilontarkan bukan oleh perempuan. Jadi, tubuh perempuan milik siapa?

Women on Web mempunyai video mengenai informasi aborsi aman yang bisa diliat melalui kanal YouTube: Women on Web dan Women on Waves.

Realitas aborsi di Indonesia

Pada 2008, Guttmacher Institute menuliskan laporannya sebagai berikut.

Setiap tahun di Indonesia, jutaan perempuan mengalami kehamilan yang tidak direncanakan dan banyak di antaranya memilih untuk mengakhiri kehamilannya, pun aborsi secara umum merupakan tindakan ilegal. Seperti yang terjadi di banyak negara-negara global Selatan (banyak orang mengklasifikasikannya sebagai negara-negara berkembang), aborsi kerap mendapat stigma dan akses terhadapnya sangat dibatasi. Maka itu, banyak perempuan tetap mencari jalan melalui “pintu belakang” dengan mengakses pemberi layanan yang tidak terlatih dan mengakses metode yang menggunakan obat-obatan tidak aman dan melakukan pijat membahayakan.

Estimasinya, sekitar 2 juta aborsi terjadi di Indonesia pada 2001.1 Angka ini merupakan gambaran yang diambil dari percontohan fasilitas layanan kesehatan di enam daerah dan termasuk jumlah angka aborsi spontan (keguguran) yang mungkin sedikit. Meskipun demikian, itu merupakan estimasi paling komprehensif saat itu yang tersedia di Indonesia. Estimasi itu dapat diterjemahkan sebanyak 37 aborsi setiap 1.000 perempuan berumur produktif (15—49 tahun) setiap tahunnya.

https://www.guttmacher.org/sites/default/files/report_pdf/ib_abortion_indonesia_0.pdf

Menemukan klinik aborsi di Indonesia yang terpercaya dan aman tidaklah mudah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mencari klinik aborsi. Hal itu bisa dibaca di bagian Klinik Aborsi.