Permenkes tentang Aborsi Akibat Perkosaan

Pedoman yang lebih teknis untuk tindakan aborsi diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 3 Tahun 2016 tentang Pelatihan dan Penyelenggaraan Aborsi atas Indikasi Kedaruratan Medis dan Kehamilan Akibat Perkosaan. Permenkes ini mengatur tentang pelatihan, penyelenggaraan pelayanan, pencatatan dan pelaporan, serta pembinaan dan pengawasan. Continue reading Permenkes tentang Aborsi Akibat Perkosaan

Advokasi

Ketersediaan akses aborsi aman justru bisa mendukung pembangunan Indonesia. Akses perempuan dan remaja perempuan terhadap informasi, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi dibatasi. Dampaknya, perempuan tidak begitu mengenal tubuhnya sendiri sehingga menjadi rentan dalam mengalami kekerasan. Bagaimana perempuan dan remaja perempuan bisa menikmati hasil pembangunan? Continue reading Advokasi

Jaringan yang Bicara tentang Aborsi Aman di Indonesia

Amalia bertanggung jawab untuk memperluas dan memperbanyak aktivitas di Asia dan dengan asuhannya, Women on Web bergabung dalam Safe Abortion Working Group di Indonesia. Sembilan organisasi dan empat-belas individu bergabung dalam jaringan yang fokus pada kesehatan reproduksi dan seksualitas di Indonesia, termasuk aborsi aman. Women on Web menjadi salah satu organisasi yang bergabung dalam Save All Women and Girls (SAWG). Continue reading Jaringan yang Bicara tentang Aborsi Aman di Indonesia

Akses terhadap obat aborsi merupakan hak asasi manusia

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization-WHO) memasukkan obat-obatan aborsi, Mifepristone dan Misoprostol, sebagai obat-obatan esensial sejak 2005.1

Akses terhadap obat-obatan esensial merupakan bagian dari hak terhadap standar pencapaian hak kesehatan tertinggi (“hak untuk sehat”) yang didasari berbagai perjanjian hak asasi manusia internasional, seperti:

Continue reading Akses terhadap obat aborsi merupakan hak asasi manusia

Situasi Aborsi di Indonesia

Aborsi diperbolehkan untuk menyelamatkan nyawa perempuan, kasus fetus yang tidak berkembang dengan baik, dan kasus perkosaan. Izin pasangan dibutuhkan. Meskipun demikian, tenaga kesehatan dan tenaga medis cenderung tidak memberikan layanan aborsi karena nilai personal, ketidaktahuan akan hukum, dan ketakutan akan stigma. Ini membuat banyak perempuan dan orang hamil malah mencari jalan lain untuk tetap melakukan aborsi–dengan alasan apapun–dengan cara yang tidak aman. Itu justru bisa membahayakan kesehatan, bahkan nyawanya. Padahal, ada cara aborsi yang aman.

Continue reading Situasi Aborsi di Indonesia