Blog posts

Untuk aborsi aman dengan pil

Situs ini merujuk Anda kepada dokter berlisensi yang bisa menyediakan pil aborsi bagi Anda. Setelah Anda menyelesaikan konsultasi online di bawah ini dan tidak ada kontraindikasi, aborsi medis (dengan pil Mifepristone dan Misoprostol) akan dikirimkan kepada Anda melalui pos. Aborsi medis dapat dilakukan di rumah dengan aman selama Anda mendapatkan informasi yang benar dan bisa mengakses layanan perawatan medis darurat jika terjadi komplikasi, pun sangat jarang terjadi.

KUHP: Pelarangan Aborsi Peninggalan Belanda

KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) mengatur soal aborsi dalam Pasal 299, 347, 348, 349. Aborsi dilarang tanpa ada pengecualian. Padahal, KUHP merupakan turunan dari Hukum Pidana penjajahan Belanda sejak 1918. Pada masa itu, Belanda melarang tindakan aborsi, kemudian diadopsi di Indonesia. Continue reading KUHP: Pelarangan Aborsi Peninggalan Belanda

Permenkes tentang Aborsi Akibat Perkosaan

Pedoman yang lebih teknis untuk tindakan aborsi diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 3 Tahun 2016 tentang Pelatihan dan Penyelenggaraan Aborsi atas Indikasi Kedaruratan Medis dan Kehamilan Akibat Perkosaan. Permenkes ini mengatur tentang pelatihan, penyelenggaraan pelayanan, pencatatan dan pelaporan, serta pembinaan dan pengawasan. Continue reading Permenkes tentang Aborsi Akibat Perkosaan

UU Kesehatan: Pengecualian Aborsi

Aborsi diatur dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (UU Kesehatan). Aborsi boleh dilakukan di Indonesia dengan pengecualian. Dalam Pasal 75 disebutkan pengecualian yang dimaksud dalam menggugurkan kandungan adalah terjadi indikasi kedaruratan medis dan kehamilan akibat perkosaan. Continue reading UU Kesehatan: Pengecualian Aborsi

Penyedia Layanan Aborsi

Peraturan di Indonesia membatasi ketersediaan layanan, misalnya menyebutkan bahwa pemberi layanan hanya sebatas tenaga medis. Padahal, jumlah tenaga medis di banyak daerah tidak memenuhi kebutuhan. Tenaga kesehatan kurang diberi keleluasaan dalam memberikan layanan aborsi aman. Konselor maupun orang terlatih dengan pelayanan aborsi aman tidak dianggap kompeten untuk memberikan layanan. Ancaman pidana mengikutinya. Akibatnya, pemberian layanan menjadi terbatas karena faktor keamanan. banyak pemberi layanan terbatas memberikan layanan karena faktor keamanan dirinya. Continue reading Penyedia Layanan Aborsi

Stigma Aborsi terhadap Perempuan

Perempuan yang perlu menggugurkan kandungannya kerap mendapat stigma dari masyarakat. Aborsi dilihat sebagai tindakan yang tidak sesuai dengan norma-norma, padahal aborsi aman merupakan hak kesehatan setiap perempuan dan orang hamil. Akibatnya, akses aborsi aman terbatas.

Continue reading Stigma Aborsi terhadap Perempuan

Advokasi

Ketersediaan akses aborsi aman justru bisa mendukung pembangunan Indonesia. Akses perempuan dan remaja perempuan terhadap informasi, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi dibatasi. Dampaknya, perempuan tidak begitu mengenal tubuhnya sendiri sehingga menjadi rentan dalam mengalami kekerasan. Bagaimana perempuan dan remaja perempuan bisa menikmati hasil pembangunan? Continue reading Advokasi

Kontrasepsi Darurat

Jika perempuan ingin menghalangi kehamilan, sebaiknya gunakan kontrasepsi darurat dalam waktu 72 jam setelah melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan. Perempuan harus minum 1 Norlevo dan pil kedua setelah 12 sampai 24 jam kemudian. Selain Norlevo, kebanyakan kombinasi pil pengontrol kehamilan (estrogen dan progesterone) juga dapat digunakan. Satu dosis 100 µg ethinylestradiol (=2 sampai 4 pil KB tergantung dari kadar ethinylestradiol di setiap pilnya), dan 12 jam kemudian, dosis kedua. Continue reading Kontrasepsi Darurat