Blog posts

Untuk aborsi aman dengan pil

Situs ini merujuk Anda kepada dokter berlisensi yang bisa menyediakan pil aborsi bagi Anda. Setelah Anda menyelesaikan konsultasi online di bawah ini dan tidak ada kontraindikasi, aborsi medis (dengan pil Mifepristone dan Misoprostol) akan dikirimkan kepada Anda melalui pos. Aborsi medis dapat dilakukan di rumah dengan aman selama Anda mendapatkan informasi yang benar dan bisa mengakses layanan perawatan medis darurat jika terjadi komplikasi, pun sangat jarang terjadi.

Kontrasepsi Darurat

Jika perempuan ingin menghalangi kehamilan, sebaiknya gunakan kontrasepsi darurat dalam waktu 72 jam setelah melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan. Perempuan harus minum 1 Norlevo dan pil kedua setelah 12 sampai 24 jam kemudian. Selain Norlevo, kebanyakan kombinasi pil pengontrol kehamilan (estrogen dan progesterone) juga dapat digunakan. Satu dosis 100 µg ethinylestradiol (=2 sampai 4 pil KB tergantung dari kadar ethinylestradiol di setiap pilnya), dan 12 jam kemudian, dosis kedua.

Sedikit dosis Mifepristone (10-25 mg) juga dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat dan sangat efektif sampai 5 hari (120 jam) setelah hubungan seksual tanpa proteksi.

Di Indonesia, biasanya kontrasepsi darurat ini bisa dicari dengan nama Postinor atau Postpil. Sayangnya, banyak apotek tidak bisa memberikan obat ini tanpa resep dokter. Atau, perempuan juga bisa mencoba datang ke apotek-apotek kecil.

PAGI-SETELAHNYA alat kontrasepsi dalam rahim (biasa disebut dengan spiral) harus dimasukkan dalam waktu 5 hari setelah hubungan seksual tanpa proteksi. Spiral dapat bertahan 5 sampai 10 tahun.

Perempuan dapat memastikan tentang kehamilannya dengan melakukan tes kehamilan atau USG. Perempuan dapat melakukan tes kehamilan sejak hari pertama melewati masa menstruasi yang diharapkan (beberapa tes bahkan bisa mengetahui sejak sebelumnya). Akan tetapi, tes kehamilan tidak menunjukkan usia kehamilan. Hanya USG-lah yang dapat menunjukkan lama kehamilan dengan pasti, tetapi kehamilan hanya bisa terlihat mulai dari seminggu setelah perempuan melewati masa menstruasi yang diharapkan.

Peran Media dalam Advokasi Aborsi Aman

Media menjadi salah satu aktor penting dalam penyebaran informasi akurat terkait aborsi aman. Media bisa menjadi panduan dalam derasnya arus informasi elektronik karena jurnalis berperan dalam memverifikasi data. Jurnalis mampu memberitakan aborsi dari perspektif kemanusiaan yang tidak melulu menyudutkan perempuan dan menggolongkannya dalam tindak kriminal.

Menanggapi pentingnya peran media, Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) mengadakan pelatihan bagi jurnalis dalam pemberitaan aborsi. Setelah pelatihan tersebut, artikel yang tentang aborsi yang ditulis peserta pelatihan dikumpulkan. Terpilihlah tiga tulisan yang dianggap terbaik dalam mewakili perspektif kemanusiaan.

Kisah perkosaan dan aborsi bisa masuk dalam dua rubrik yang berbeda, pun sebenarnya saling berkelindan. Sonya mengatakan perkosaan bisa masuk kriminal, sedangkan aborsi bisa masuk kesehatan. “Ada berapa banyak wartawan tertarik dengan isu kesehatan?” Sonya bertanya seakan itu retoris, padahal hadirin ingin tahu betul jawabannya. Artinya, itu banyak atau tidak banyak? Apa alasannya?

Pun wartawan sudah punya kapasitas yang baik, mereka tetap harus berhadapan dengan editor sebagai pengambil keputusan. Tambahnya, pelatihan seharusnya bukan hanya untuk wartawan, juga perlu sering-sering “ngobrol” dengan pengambil keputusan di media.

Women on Web turut hadir dalam obrolan soal peran media dalam advokasi aborsi aman yang diinisiasi oleh Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) pada Selasa, 16 April 2019, tepat sehari sebelum Pemilihan Umum. Ketiga orang yang duduk di depan adalah Sonya Helen dari harian Kompas dan dr. Sarsanto Sarwono yang mewakili POGI, dimoderatori oleh Zumrotin dari YKP. Pada penjelasan awalnya, dr. Sarsanto menegaskan bahwa penyintas perkosaan seharusnya memang dilindungi hukum dalam mengakses layanan aborsi aman, tetapi sistemnya belum ada sehingga belum bisa terimplementasikan dengan baik.

 

 

Klinik aborsi

Klinik aborsi biasanya menawarkan tindakan bedah untuk menggugurkan kandungan. Belum banyak dokter yang berani mencantumkan namanya secara publik untuk kepentingan keamanan dan keselamatan. Hal ini menimbulkan munculnya tempat aborsi “gelap”. Perempuan juga bisa menemukan orang atau laman yang menawarkan tempat aborsi di Jakarta, tetapi sebaiknya gali dulu informasi lebih lanjut.

Tidak semua klinik aborsi membahayakan; masih ada klinik yang bisa memberikan layanan dengan baik. Perempuan memilih untuk ke klinik agar proses aborsinya berlangsung dengan lebih cepat dan memastikan langsung selesai. Biasanya, perempuan yang melakukan aborsi dengan aspirasi vakum tidak perlu menginap di klinik; prosesnya sangat cepat. Perempuan juga akan dibius lokal untuk proses aspirasi vakum.

Jika perempuan ingin mencari klinik aborsi, perempuan tetap perlu waspada. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menghubungi klinik aborsi.

  1. Apakah perempuan akan ditangani oleh dokter atau orang yang berpengalaman? Berhubung tindakan bedah ini memerlukan keterampilan khusus, perempuan perlu memastikan bahwa bukan sembarang orang melakukan tindakan bedah terhadap tubuhnya. Bagaimana reputasinya? Apakah perempuan boleh didampingi ketika ada tindakan?
  2. Apakah dokter dan perawat yang menangani perempuan mendukung keputusan perempuan atau berperspektif keadilan sosial? Beberapa dokter yang memberikan layanan aborsi secara sembunyi-sembunyi tidak memperhatikan situasi perempuan. Mereka bertanya-tanya apa yang terjadi hingga terasa memojokkan, melayani dengan penuh penghakiman, menasihati secara religius, memarahi dan memaksa perempuan untuk melihat hasil konsepsinya untuk efek jera. Bahkan, ada pengaduan tentang pelecehan seksualitas yang terjadi pada proses aborsi secara pembedahan. Pastikan reputasi dokter dan perawat.
  3. Apakah peralatan yang digunakan steril? Pastikan peralatan yang digunakan tidak karatan dan memang steril.
  4. Apakah tindakannya berupa kuret tajam? Ada tindakan bedah yang menggunakan alat kuret dengan ujung tajam. Ujung tajam itu merisikokan perempuan karena berpotensi melukai rahim perempuan. Perempuan bisa meminta informasi lebih lanjut kepada dokter tentang tindakan yang akan dilakukan. Pastikan dokter tidak menggunakan kuret tajam karena sudah dilarang oleh WHO. Aspirasi vakum (manual atau elektronik) merupakan tindakan bedah yang dianjurkan oleh WHO karena lebih aman.
  5. Apakah harganya masuk akal? Akibat akses yang tidak terbuka dan tetap dibutuhkan, ada pengaduan yang menyatakan bahwa perempuan diminta untuk membayar dalam jumlah uang yang besar.
  6. Apakah ruangannya nyaman? Situasi yang perempuan alami untuk proses pembedahan tetap memerlukan tempat yang nyaman.

Jika perempuan di Indonesia punya kesempatan untuk pergi ke luar negeri—khususnya Malaysia, ia bisa berkonsultasi dengan RRAAM. Silakan hubungi hotline mereka melalui SMS atau Whatsapp: +6012-4772551. Mereka punya beberapa klinik kesehatan reproduksi yang dikelola oleh dokter yang peduli dengan isu perempuan. Pelayanan mereka sangat hangat dan tanpa menghakimi. Suasana klinik juga membuat perempuan nyaman.

Jika menemukan klinik aborsi terasa menyulitkan dan perempuan dengan usia kehamilan di bawah 10 minggu membutuhkan aborsi aman, perempuan bisa menggugurkan kandungan dengan menggunakan obat-obatan dengan aman. Ini pun perlu memperhatikan keaslian obat dan petunjuk penggunaannya. Jika perempuan ingin melakukan aborsi medis dengan aman di tempatnya sendiri, silakan hubungi Women on Web melalui email yang ditujukan ke info@womenonweb.org.

Layanan Aborsi Aman dan Legal untuk Korban Perkosaan Mengapa Sulit Diakses?

Suara.com menuliskan artikel tentang tantangan pemberian layanan aborsi aman. Pemerintah sudah menyediakan payung hukumnya melalui PP Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi yang disahkan oleh Presiden SBY, merupakan pelaksanaan amanah Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Untuk melihat implementasinya, Suara.com mewawancarai Zumrotin K Soesilo dan Herna Lestari dari Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP).

Penyintas perkosaan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan (KTD) belum bisa mendapatkan pelayanan aborsi aman. Menurut Herna, itu disebabkan oleh belum adanya tenaga medis dan tempat yang dirujuk oleh Kemenkes. Keterbatasan itu tidak menghentikan kebutuhan perempuan terhadap layanan aborsi. Maka itu, aborsi tidak aman menjadi pilihannya, bahkan berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia.

“Belum lagi, banyaknya kriminalisasi terhadap pelaku aborsi dan pemberi layanan tanpa melihat alasannya. Itu kan seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah diperkosa, hamil, harus menanggung bayi yang tidak diinginkan, aborsi, dikriminalisasi pula karena tindakannya,” ungkap dia merinci.

Sebagian petugas medis dan kesehatan punya alasan kenapa mereka segan memberikan layanan tersebut. Selain nilai personal yang dianut, ada pula interpretasi sepihak dari Sumpah Hipokrates (sumpah Dokter).

Baca berita lengkapnya di sini: https://www.suara.com/health/2019/02/21/070000/layanan-aborsi-aman-dan-legal-untuk-korban-perkosaan-mengapa-sulit-diakses?page=1

Cara menggugurkan kandungan

Banyak perempuan membutuhkan layanan aborsi. Pun, itu seringnya bukan keputusan yang mudah. Banyak pertanyaan muncul ketika memikirkan aborsi, mulai dari aspek hukum, agama, biaya, dan sosial. Juga, bagaimana cara menggugurkan kandungan? Ketika mencari tahu melalui internet, diskusi dengan teman, melihat video-video amatir, mereka malah mendapati cerita maupun informasi yang cenderung menyeramkan dan membahayakan. Adakah cara menggugurkan kandungan yang aman?

Perempuan bisa menggugurkan kandungan dengan cara yang aman. Ada dua metode aman untuk menghentikan kehamilan. Selain itu, ada juga metode lain yang tidak aman, justru membahayakan kesehatan perempuan. Ada juga sebagian orang yang mengatakan aborsi bisa dilakuan dengan mengkonsumsi makanan. Apakah nanas memang efektif untuk menggugurkan kandungan?

Metode aborsi yang aman

Aborsi dengan obat-obatan

Menggugurkan kandungan bisa dilakukan dengan menggunakan pil aborsi. Jika obat-obatan yang digunakan memang terjamin keasliannya dan Anda dapatkan dari sumber terpercaya, aborsi medis merupakan pilihan aman bagi kehamilan sampai 12 minggu. Ada dua cara menghentikan kehamilan dengan obat-obatan.

Mifepristone dan Misoprostol

Mifepristone dan Misoprostol punya tingkat keberhasilan yang tinggi, yaitu hampir 99%. Mifepristone merupakan obat untuk menghalang hormon progesteron yang dibutuhkan dalam pertumbuhan kehamilan. Tanpa hormon ini, pelekatan sel telur pada dinding rahim terganggu. Setelahnya, gunakan Misoprostol. Misoprostol merangsang kontraksi yang akan membantu keluarnya produk kehamilan dari dalam uterus.

Misoprostol atau Cytotec saja

Perempuan juga bisa menggunakan hanya Misoprostol untuk menggugurkan kandungan. Tentu saja dosisnya berbeda jika dibandingkan dengan kombinasi Mifepristone dan Misoprostol. Tingkat keberhasilannya bisa mencapai 94%. Lantas, apa itu cytotec? Cytotec adalah nama merk dagang dari Misoprostol. Nama lain yang mungkin sering disebut di Indonesia adalah gastrul, misotab, dan chromalux.

Kuret atau aspirasi vakum

Metode menggugurkan kandungan lainnya adalah pembedahan (surgical) yang biasanya memerlukan bantuan dokter medis atau tenaga kesehatan. Ada dua metode aborsi pembedahan, yaitu kuret tajam dan aspirasi vakum (manual dan elektronik).

Kuret tajam sebenarnya sudah dilarang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization-WHO) karena mempunyai risiko terhadap kesehatan perempuan. Jika masih dipraktikkan, WHO menyarankan untuk menggantinya dengan aspirasi vakum.

Aborsi kehamilan tua

Untuk kehamilan trimester kedua, tekniknya lebih sulit karena ukuran fetus lebih besar. Jadi, seringnya tuba penyedot tidak cukup, melainkan perlu peralatan khusus seperti tang dengan ujung membulat. Metode ini sering juga disebut sebagai dilatasi dan evakuasi (D&E).

Misoprostol sebaiknya tidak digunakan untuk kehamilan dengan usia di atas 20 minggu. Fetus sudah bisa hidup di luar rahim sejak kehamialn 20 minggu. Penggunaan misoprostol bisa berakibat pada kelahiran bayi hidup dan risiko komplikasi jauh lebih tinggi.

Metode aborsi yang tidak aman dan tidak efektif

Cara menggugurkan kandungan dengan makanan dan minuman

Banyak perempuan mencari tahu cara menggugurkan kandungan secara natural. Mereka menemukan informasi di internet ataupun dari mulut ke mulut yang menyebutkan cara menggugurkan kandungan dengan nanas, pepaya muda, minuman bersoda, atau minuman alkohol. Ini semua tidak akan menyebabkan aborsi. Bahkan, ada pula yang menyarankan untuk mencampurnya dengan obat penurun demam, juga obat nyamuk. Ini malah membahayakan kesehatan perempuan sampai bisa mengancam nyawa perempuan.

Cara menggugurkan kandungan secara herbal

Apakah kunyit bisa menggugurkan kandungan? Tidak. Bagaimana dengan rempah-rempah lainnya? Tidak bisa menggugurkan kandungan juga. Banyak perempuan mencoba metode herbal ini dan berujung pada kehamilan yang berlanjut. Ini justru membuat kehamilan perempuan semakin lama yang malah meningkatkan risiko komplikasi.

Metode aborsi lain yang tidak aman

Banyak perempuan menceritakan pengalamannya tentang usaha-usaha melakukan aborsi. Ada perempuan yang melakukan pijat aborsi, juga memukul-mukul perutnya. Gantungan baju kawat mereka gunakan ujungnya untuk dimasukkan dalam vagina. Akar dan batang pohon juga digunakan untuk masuk dalam vagina. Semua ini bisa menyebabkan luka dalam, infeksi, kerusahakan rahim, sampai pendarahan berat yang berujung pada kematian perempuan. Kematian yang disebabkan oleh aborsi tidak aman mencapai 11—17% dari Angka Kematian Ibu (AKI). Sementara itu, AKI pada 2015 mencapai 305 setiap 100.000 kelahiran.

Women on Web

Cara paling aman dan efektif untuk menggugurkan kandungan di bawah 12 minggu adalah kombinasi Mifepristone dan Misoprostol. Kedua obat ini banyak ditawarkan di internet, sayangnya ada begitu banyak penipuan. Ini adalah daftar laman penipuan yang dilaporkan.

Women on Web adalah layanan aborsi medis yang merujuk konsultasi online kepada dokter berlisensi. Jika ada keperluan aborsi medis dan ingin mendapatkannya melalui Women on Web, mohon lengkapi konsultasi online. Setelah melengkapi konsultasi dalam jaringan (online) dan tidak ada kontraindikasi, paket aborsi medis (dengan Mifepristone dan Misoprostol) akan dikirimkan melalui pos. Aborsi medis dapat dilakukan dengan aman di rumah selama memiliki informasi yang tepat dan dapat menjangkau layanan perawatan medis darurat jika terjadi komplikasi, pun sangat jarang terjadi.

Majalah Tempo akan Liputan Investigasi Jaringan Aborsi Online

Jaringan aborsi online akan menjadi topik liputan investigasi Bongkar yang dilakukan oleh Majalah Tempo. Topik ini mendapat dukungan warganet melalui polling dengan mengalahkan topik lainnya. Bukan hanya melibatkan partisipasi pembaca melalui pemilihan topik, Majalah Tempo juga mengajak partisipasi dalam pendanaan liputan.

Bagja Hidayat sebagai Redaktur Pelaksana Kompartemen Investigasi Majalah Tempo mengatakan, “Di era internet, aborsi ilegal merambah metode online, tak hanya jejaring makelar di sekitar klinik-klinik resmi.”

Sayangnya, dalam artikel singkat tersebut, Majalah Tempo hanya membahas soal aborsi ilegal; bukan menitikberatkan pada aborsi aman. Padahal, aborsi ilegal bukan serta-merta tidak aman, begitupun dengan aborsi legal yang bukan berarti selalu aman.

Informasi tentang aborsi aman juga bisa ditemukan dalam internet. Itu pun harus “bersaing” dengan informasi cara penggunaan yang tidak sesuai prosedur aman, obat palsu, dan berita kriminalisasi aborsi. Apalagi, informasi macam itu kerap dilegitimasi media. Internet memang sering digunakan sebagai kepanjangan tangan orang-orang yang memanfaatkan situasi perempuan.

Internet juga bisa menjadi alternatif sumber informasi perempuan yang bisa menyelamatkan nyawa perempuan dan meningkatkan kualitas hidup perempuan. Besar harapan kami Majalah Tempo akan menyajikan berita yang mengutamakan perspektif hak kesehatan reproduksi dan seksulitas perempuan.

Artikel dari Tempo bisa dibaca melalui https://nasional.tempo.co/read/1175553/warganet-dukung-liputan-investigasi-jaringan-aborsi-online

RUU PKS tentang Aborsi: Keputusan di Tangan Perempuan

“Saya ibu dari 4 anak. Yang pertama umur 8 th, yang kedua 7 th, yang ke-3 mau 2 th, dan yang ke-4 baru mau satu tahun… Saya sudah telat haid 10 hari. Pas saya test, hasilnya positif.. Sya masih sangat kerepotan untuk mengurus anak anak dan suami.”

Seorang ibu dari Indonesia yang sudah berumah tangga mencari tahu akses layanan aborsi aman melalui Women on Web. Tanpa ditanya alasannya, ia menceritakan kisahnya. Ini hanya satu dari sekian banyak perempuan yang menghubungi Women on Web untuk akses layanan aborsi aman.

Cerita ibu empat anak ini dan ibu lainnya menjadi bukti bahwa aborsi aman juga diakses oleh perempuan-perempuan dalam status pernikahan. Media sosial ramai dengan pendapat orang yang ketakutan bahwa Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) malah mendukung seks di luar pernikahan.

Aborsi menjadi salah satu isu yang diangkat dalam Rancangan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Draf RUU PKS terakhir (31 Januari 2017) berusaha mengisi kekosongan hukum untuk melindungi perempuan yang tidak berkehendak melakukan aborsi. Draf ini menunjukkan bahwa perempuan perlu mempunyai kekuasaan penuh—sampai pengambilan keputusan—terhadap tubuhnya. Pada saat yang sama, draf ini juga mempercayai keputusan perempuan.

Naskah Akademik RUU PKS menegaskan tentang persetujuan perempuan yang tercantum dalam UU Kesehatan, “Setiap perempuan apapun kondisinya ketika akan melakukan aborsi haruslah berdasarkan kehendak sendiri, bukan atas paksaan apalagi ancaman dari pihak lain.” Namun, UU Kesehatan belum mengatur lebih lanjut jika perempuan tidak memberikan persetujuannya. Maka itu, RUU PKS bisa menjadi salah satu cara untuk melindungi perempuan dari paksaan.

Pemaksaan aborsi juga bisa dilakukan oleh negara secara implisit melalui kebijakannya. Misalnya, menetapkan batas jumlah anak dalam rangka menahan jumlah populasi. Lagi-lagi, perempuan dilihat hanya sebagai alat kontrol demi keberlangsungan negara tanpa memperhatikan kualitas kehidupan perempuannya sendiri.

Pemaksaan yang lebih banyak terjadi dilakukan oleh pasangan maupun keluarga. Sudah banyak cerita dalam mesin pencarian internet yang memposisikan perempuan dalam situasi terpojok, misalnya dengan kekerasan dalam rumah tangga. Selain itu, stigma dan diskriminasi yang melekat terhadap perempuan juga bisa dilihat sebagai faktor pendorong pemaksaan aborsi. Misalnya, cibiran terhadap perempuan yang harus berhubungan seksual dari etnis yang sama, perempuan yang harus punya anak dengan jenis kelamin tertentu, perempuan yang harus punya anak dalam ikatan pernikahan. Maka itu, RUU PKS yang berpusat pada keputusan perempuan dipandang sebagai kekuatan.

Namun, banyak orang masih mempersoalkan isu aborsi ini. Sebuah petisi yang mengajak penolakan RUU PKS ini mengatakan bahwa “Pemaksaan aborsi bisa dijerat hukum, sedangkan yg sukarela diperbolehkan.” Jika tidak dilepaskan dari konteksnya, pernyatan itu mengandung makna aborsi tidak diperbolehkan dengan atau tanpa persetujuan perempuan. Sebuah aliansi juga mengutarakan keberatan dengan pasal aborsi dalam Rapat Dengan Pendapat Umum di DPR. Pun, dalam paragraf yang sama juga mengakui bahwa aborsi boleh dilakukan dalam kondisi medis tertentu.

Padahal, Indonesia sudah mengatur aborsi yang dibolehkan dalam UU Kesehatan. Itu pun masih begitu membatasi. Pembatasan tidak membuat kebutuhan aborsi menurun. Bahkan, pembatasan terhadap akses aborsi yang aman malah bisa membahayakan kesehatan perempuan, bahkan bisa menghilangkan nyawa perempuan. Angka Kematian Ibu berpotensi meningkat.

#10yearschallenge Pil Aborsi Aman

Jika pil aborsi ikut #10yearschallenge seperti yang sedang digandrungi beberapa media sosial, ia bisa jadi begitu-begitu saja. Kombinasinya sama. Bentuknya sama. Manfaatnya juga sama. Sama-sama bisa membantu perempuan mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Sama-sama bisa mengakibatkan aborsi. Bahkan, buktinya semakin banyak.

Berita yang dimuat The Telegraph merupakan salah satu buktinya. Pada 2018, ada artikel yang berjudul “Abortion pills: Everything you need to know”. Tulisannya dimulai dengan kombinasi pil aborsi: Mifepristone dan Misoprostol. Mifepristone digunakan untuk memblok hormone progesterone yang menghambat pertumbuhan kehamilan. Misoprostol membantu kontraksi yang membuat nyeri dan pendarahan, seperti proses keguguran spontan.

Cara penggunaan kedua obat tersebut bisa dilihat dalam womenonweb.org atau ditanya melalui info@womenonweb.org. Women on Web disebut sebagai salah satu sumber terpercaya untuk bisa mengakses aborsi medis aman. Selain itu, informasi yang biasa ditanyakan dalam proses aborsi medis juga ditampilkan dalam artikel itu.

Berbeda dengan 10 tahun sebelumnya. Persepsi memang bisa berubah—sesuai dengan pengetahuan, kebutuhan, pengalaman, dan kebijakan.

Kedua obat yang mencapai angka keberhasilan hingga 98% untuk aborsi tersebut dianggap tidak memberikan keuntungan bagi kesehatan perempuan. Ini dikutip dalam artikel yang ditulis juga oleh The Telegraph dengan judul “Women risk health by using abortion websites”. Seiring berjalannya waktu selama 10 tahun, penelitian dan pengalaman banyak perempuan membuktikan hal sebaliknya.

Aborsi medis bisa menyelamatkan nyawa perempuan alih-alih mengakses aborsi tidak aman yang menggunakan benda tajam atau bahan-bahan yang bisa membahayakan tubuhnya.

Kedua artikel tersebut menunjukkan setidaknya dua perubahan. Pertama, aborsi medis bisa dilakukan hingga usia kehamilan 10 minggu, bukan 9 minggu. Pun, bisa dilakukan di atas 12 minggu, kemungkinan risiko meningkat. Kedua, Women on Web tidak lagi hanya tersedia dalam 5 bahasa, melainkan 19 bahasa.

YouTube Menyembunyikan Informasi Aborsi Aman

YouTube 3 kali menghapus kanal video Women on Web dan Women on Waves sepanjang 2018. Artinya, mereka menghilangkan informasi yang benar terkait aborsi aman. Ketiadaan informasi itu bisa membuat banyak perempuan beralih pada aborsi tidak aman yang malah membahayakan dirinya. Jadi, apa yang perempuan temukan ketika mencari tahu soal aborsi melalui YouTube?

April Glaser tidak banyak menemukan video aborsi aman melalui YouTube yang bisa dibaca lengkap di slate.com. Menetap di Amerika Serikat, ia menggunakan kata kunci “aborsi”. Ia malah menemukan banyak video yang menunjukkan aborsi yang terkesan berbahaya dan stigma yang melekat di dalamnya, seperti dosa dan kesalahan. Tidak terlihat video yang menampilkan informasi kemutakhiran medis terkait aborsi aman. Ia mengirimkan email kepada YouTube untuk menanyakan hal tersebut.

Sejumlah 1,8 juta orang menggunakan YouTube untuk mencari informasi setiap bulannya, April menuliskan, termasuk orang-orang yang mencari informasi tentang aborsi aman. Hasil pencarian demikian memberikan gambaran yang salah terkait aborsi. Banyak video memunculkan imaji tangan, kaki, dan bentuk wajah lengkap untuk kehamilan trimester awal. Padahal, bentuknya hanya berupa fetus. Itu seakan-akan membuat prosedur menjadi riskan komplikasi, padahal aborsi untuk kehamilan trimester pertama sangat aman. Sudah dibuktikan dalam banyak penelitian.

Kami mencoba menuliskan “aborsi” dalam YouTube di Indonesia. Hasilnya tidak jauh berbeda. Informasinya seputar stigma tanpa dilengkapi informasi medis yang valid: hanya seputar penangkapan, ceramah, dan opini yang tidak berargumentasi—bahkan dilontarkan bukan oleh perempuan. Jadi, tubuh perempuan milik siapa?

Women on Web mempunyai video mengenai informasi aborsi aman yang bisa diliat melalui kanal YouTube: Women on Web dan Women on Waves.

Happy Robotic Telepresent Scientific 2019

Halo, Teman-teman

Mulai 1 Januari 2019, pil aborsi akan tersedia secara legal di Irlandia melalui dokter umum.

Kapal aborsi Women on Waves pertama kali mengunjungi Irlandia pada 2001 dan Women on Web sudah memfasilitasi pil aborsi aman kepada perempuan yang tinggal di Irlandia sejak 2006.

Sejak 2014, kami melakukan kampanye bersama anggota parlementer Ruth Coppinger dan organisasi hak perempuan ROSA dan kami—dengan bangga—bisa menyediakan data ilmiah tentang jumlah perempuan di Irlandia yang menggunakan pil aborsi. Data itu membantu politisi Irlandia dalam pengambilan keputusan terkait pelegalan aborsi di Irlandia.

Juga, pada 2018, kami mengembangkan inovasi kampanye dan strategi yang memengaruhi opinik publik sehingga bisa memantik perubahan kebijakan dan hukum. Hanya ketika pil aborsi menjadi mudah diakses tanpa batasan, semua perempuan—termasuk paling rentan dengan situasi sosial ekonomi yang menyulitkan, kekerasan domestik, kesehatan fisik dan mental sehingga membatasi pergerakan, dan perempuan tanpa dokumen—akan dapat mengakses layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan. Dan, selama ini merupakan situasi riil di mana pun, Women on Web akan terus memfasilitasi akses aborsi aman dengan pil.

Jadi, mari kita lihat kembali sorotan selama 2018.

  1. Studi baru tentang data Women on Web diterbitkan dalam BMJ menunjukkan bahwa hukum aborsi terbatas di Irlandia Utara membahayakan.
  2. Studi berisi wawancara mendalam tentang alasan perempuan dari Amerika Serikat mencari pil aborsi secara online (dalam jaringan).
  3. Pada 23 Januari, BMJ mempublikasikan penelitian tentang penggunaan pil aborsi yang didapat melalui Women on Web oleh perempuan yang tinggal di Isle of Man. Pada 30 Januari, artikel itu disirkulasi kepada MHK untuk memberikan informasi latar belakang sebelum pengambilan suara rancangan undang-undang baru terkait pembolehan aborsi sampai 14 minggu. Undang-undang ini lolos dalam House of Keys. Pada 7 November, undang-undang ini mendapat dukungan secara anonim dari anggota Tynwald. Undang-undang Reformasi Aborsi 2017 diberikan kepada Lieutenant Governor for Royal Assent. Ketika diterima oleh Royal Assent, the Council of Ministers akan mengumumkan tanggal pemberlakuannya.

Jadi, harapan kami menjelang Tahun Baru 2019 adalah kami akan terus menunjukkan tantangan terhadap layanan aborsi aman, mengkatalisasi kebijakan, dan mengubah hukum yang bisa memberantas hambatan, dan terus membuka peluang untuk akses aborsi di seluruh dunia. Dan, dengan dukungan Anda, kami benar-benar bisa melakukannya! (Silakan klik di sini untuk melakukan donasi untuk Women on Waves atau Women on Web).

 

Terima kasih banyak!

Mewakili semua orang yang bekerja dengan Women on Waves dan Women on Web dan semua perempuan dari seluruh dunia

Ingin mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan selama proses aborsi. Saya menggunakan pil pada 24 Oktober dan baru mengalami menstruasi. Saya sangat senang ketika tahu bahwa waktu yang membuat saya stres sudah selesai dan tubuh saya sudah membaik, membuat saya lebih mudah untuk merasakan apa yang sudah terjadi. Sejujurnya, tidak tahu bagaimana kami bisa berterima kasih terhadap layanan Anda ketika kami tidak perlu mengalami perjalanan traumatis dan mahal dari Irlandia ke Inggris, ini malah bisa membuat semuanya menjadi jauh lebih mudah. Ini membuat saya tahu bahwa dengan menggunakan pil di rumah saya sendiri yang nyaman dan tidak perlu khawatir dengan perjalanan kembali ke rumah dan lain-lain. Ini merupakan layanan yang sangat baik; Anda sudah menyediakannya kepada banyak perempuan dan saya tidak pernah bisa cukup berterima kasih. 

Terima kasih banyak Women on Web yang sudah membantu saya untuk urusan ini. Ini benar-benar bantuan besar terhadap masalah saya. Saya tidak tahu awalnya harus ngapain ketika tahu bahwa saya hamil. Terima kasih banyak untuk kebaikan Anda menmbantu banyak perempuan seperti saya yang mengalami kekerasan dan perkosaan. Saya akan menunggu obatnya untuk datang di pintu rumah saya. Sekali lagi, terima kasih.

Terima kasih untuk menciptakan ruang aman dan bebas nilai kepada saya. Ini sangat berarti, lebih berarti dari yang Anda bayangkan dan punya efek yang sama dengan menyelematkan satu nyawa orang.

Kehamilan saya bukan merupakan hasil dari aksi saya sendiri dan saya lega dengan layanan ini. Saya sekarang bisa membangun kehidupan lagi dan mulai bergerak dari kejadian penuh luka parah. Saya nggak pernah merasa percaya dengan aborsi sampai saya sendiri ada dalam keadaan yang memerlukannya.