Permenkes tentang Aborsi Akibat Perkosaan

Pedoman yang lebih teknis untuk tindakan aborsi diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 3 Tahun 2016 tentang Pelatihan dan Penyelenggaraan Aborsi atas Indikasi Kedaruratan Medis dan Kehamilan Akibat Perkosaan. Permenkes ini mengatur tentang pelatihan, penyelenggaraan pelayanan, pencatatan dan pelaporan, serta pembinaan dan pengawasan. Continue reading Permenkes tentang Aborsi Akibat Perkosaan

Kontrasepsi Darurat

Jika perempuan ingin menghalangi kehamilan, sebaiknya gunakan kontrasepsi darurat dalam waktu 72 jam setelah melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan. Perempuan harus minum 1 Norlevo dan pil kedua setelah 12 sampai 24 jam kemudian. Selain Norlevo, kebanyakan kombinasi pil pengontrol kehamilan (estrogen dan progesterone) juga dapat digunakan. Satu dosis 100 µg ethinylestradiol (=2 sampai 4 pil KB tergantung dari kadar ethinylestradiol di setiap pilnya), dan 12 jam kemudian, dosis kedua. Continue reading Kontrasepsi Darurat

Peran Media dalam Advokasi Aborsi Aman

Media menjadi salah satu aktor penting dalam penyebaran informasi akurat terkait aborsi aman. Media bisa menjadi panduan dalam derasnya arus informasi elektronik karena jurnalis berperan dalam memverifikasi data. Jurnalis mampu memberitakan aborsi dari perspektif kemanusiaan yang tidak melulu menyudutkan perempuan dan menggolongkannya dalam tindak kriminal. Continue reading Peran Media dalam Advokasi Aborsi Aman

Klinik aborsi

Klinik aborsi biasanya menawarkan tindakan bedah untuk menggugurkan kandungan. Belum banyak dokter yang berani mencantumkan namanya secara publik untuk kepentingan keamanan dan keselamatan. Hal ini menimbulkan munculnya tempat aborsi “gelap”. Perempuan juga bisa menemukan orang atau laman yang menawarkan tempat aborsi di Jakarta, tetapi sebaiknya gali dulu informasi lebih lanjut. Continue reading Klinik aborsi

Layanan Aborsi Aman dan Legal untuk Korban Perkosaan Mengapa Sulit Diakses?

Suara.com menuliskan artikel tentang tantangan pemberian layanan aborsi aman. Pemerintah sudah menyediakan payung hukumnya melalui PP Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi yang disahkan oleh Presiden SBY, merupakan pelaksanaan amanah Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Untuk melihat implementasinya, Suara.com mewawancarai Zumrotin K Soesilo dan Herna Lestari dari Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP).

Penyintas perkosaan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan (KTD) belum bisa mendapatkan pelayanan aborsi aman. Menurut Herna, itu disebabkan oleh belum adanya tenaga medis dan tempat yang dirujuk oleh Kemenkes. Keterbatasan itu tidak menghentikan kebutuhan perempuan terhadap layanan aborsi. Maka itu, aborsi tidak aman menjadi pilihannya, bahkan berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia.

“Belum lagi, banyaknya kriminalisasi terhadap pelaku aborsi dan pemberi layanan tanpa melihat alasannya. Itu kan seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah diperkosa, hamil, harus menanggung bayi yang tidak diinginkan, aborsi, dikriminalisasi pula karena tindakannya,” ungkap dia merinci.

Sebagian petugas medis dan kesehatan punya alasan kenapa mereka segan memberikan layanan tersebut. Selain nilai personal yang dianut, ada pula interpretasi sepihak dari Sumpah Hipokrates (sumpah Dokter).

Baca berita lengkapnya di sini.

 

Cara menggugurkan kandungan

Banyak perempuan membutuhkan layanan aborsi. Pun, itu seringnya bukan keputusan yang mudah. Banyak pertanyaan muncul ketika memikirkan aborsi, mulai dari aspek hukum, agama, biaya, dan sosial. Juga, bagaimana cara menggugurkan kandungan? Ketika mencari tahu melalui internet, diskusi dengan teman, melihat video-video amatir, mereka malah mendapati cerita maupun informasi yang cenderung menyeramkan dan membahayakan. Adakah cara menggugurkan kandungan yang aman? Continue reading Cara menggugurkan kandungan

Majalah Tempo akan Liputan Investigasi Jaringan Aborsi Online

Jaringan aborsi online akan menjadi topik liputan investigasi Bongkar yang dilakukan oleh Majalah Tempo. Topik ini mendapat dukungan warganet melalui polling dengan mengalahkan topik lainnya. Bukan hanya melibatkan partisipasi pembaca melalui pemilihan topik, Majalah Tempo juga mengajak partisipasi dalam pendanaan liputan. Continue reading Majalah Tempo akan Liputan Investigasi Jaringan Aborsi Online

RUU PKS tentang Aborsi: Keputusan di Tangan Perempuan

“Saya ibu dari 4 anak. Yang pertama umur 8 th, yang kedua 7 th, yang ke-3 mau 2 th, dan yang ke-4 baru mau satu tahun… Saya sudah telat haid 10 hari. Pas saya test, hasilnya positif.. Sya masih sangat kerepotan untuk mengurus anak anak dan suami.”

Seorang ibu dari Indonesia yang sudah berumah tangga mencari tahu akses layanan aborsi aman melalui Women on Web. Tanpa ditanya alasannya, ia menceritakan kisahnya. Ini hanya satu dari sekian banyak perempuan yang menghubungi Women on Web untuk akses layanan aborsi aman. Continue reading RUU PKS tentang Aborsi: Keputusan di Tangan Perempuan

#10yearschallenge Pil Aborsi Aman

Jika pil aborsi ikut #10yearschallenge seperti yang sedang digandrungi beberapa media sosial, ia bisa jadi begitu-begitu saja. Kombinasinya sama. Bentuknya sama. Manfaatnya juga sama. Sama-sama bisa membantu perempuan mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Sama-sama bisa mengakibatkan aborsi. Bahkan, buktinya semakin banyak. Continue reading #10yearschallenge Pil Aborsi Aman

Happy Robotic Telepresent Scientific 2019

Halo, Teman-teman

Mulai 1 Januari 2019, pil aborsi akan tersedia secara legal di Irlandia melalui dokter umum.

Kapal aborsi Women on Waves pertama kali mengunjungi Irlandia pada 2001 dan Women on Web sudah memfasilitasi pil aborsi aman kepada perempuan yang tinggal di Irlandia sejak 2006.

Sejak 2014, kami melakukan kampanye bersama anggota parlementer Ruth Coppinger dan organisasi hak perempuan ROSA dan kami—dengan bangga—bisa menyediakan data ilmiah tentang jumlah perempuan di Irlandia yang menggunakan pil aborsi. Data itu membantu politisi Irlandia dalam pengambilan keputusan terkait pelegalan aborsi di Irlandia. Continue reading Happy Robotic Telepresent Scientific 2019